Arsip Bulanan: Januari 2023

Tidak Semua Orang Suka Untuk Dikasihani Begitupun Sebaliknya

Tidak Semua Orang Suka Untuk Dikasihani Begitupun Sebaliknya

Kita sebagai manusia kadang suka sok tahu dalam segala hal. Kita sering melakukan beberapa hal hanya berdasarkan keinginan kita dan tanpa memikirkan perasaan orang lain. Apakah mereka menerima atau apakah mereka suka atau tidak. Dan manusia juga cukup unik. Karena kadang mereka mudah kasihan, tapi tidak tepat. Kasihan berarti memiliki empati, dan itu bagus, sebagai manusia kita memang harus memiliki empati. Tapi harus tepat juga kepada siapa kita berempati. Kadang kita berempati pada orang yang salah. Dan orang yang seharusnya kita empati, malah kita biarkan. Dan ini yang menjadi part yang lucu. 

Tidak Semua Orang Suka Untuk Dikasihani Begitupun Sebaliknya

Contohnya, saat dalam bulan puasa, dan orang-orang muslim sedang berpuasa. Dan katakan ada seorang muslim yang memiliki banyak sekali pekerjaan fisik yang sangat melelahkan di siang hari yang terik. Sehingga dia terlihat kelelahan dan sudah berkeringat. Tapi dia harus menahan haus karena sedang puasa. Dan orang yang non muslim, melihatnya merasa kasihan. Tapi sebenarnya, itu tidak perlu dikasihani. Karena itu memang sudah jalannya. Itu sudah keharusan mereka sebagai umat muslim. 

Tapi giliran ada pemulung yang sedang memulung sampah, malah kita merasa risih dan menjadi acuh. Padahal mereka lebih perlu di kasihani, daripada orang yang sedang menahan haus saat puasa. Itu salah satu contoh simpel. Dan kita juga perlu tahu, soal empati. Ada beberapa orang senang atau ingin untuk dikasihani. Mereka merasa senang saat ada orang lain merasa kasihan pada mereka. Bahkan tidak jarang, mereka malah minta untuk dikasihani. Tapi ada beberapa orang yang tidak suka dikasihani. 

Meskipun keadaan mereka memang sedang tidak memungkinkan. Dimana keadaan mereka atau situasinya mereka itu memprihatinkan, sehingga orang yang melihat pun akan refleks merasa iba, merasa kasihan. Tapi mereka tidak ingin dikasihani. Ada juga orang seperti itu. Dan kita harus memahaminya. Bukan berarti mereka sombong. Tapi ada beberapa orang berpikir, mereka tidak apa dengan keadaan begitu, pun mereka masih bisa usaha sendiri. Jadi tidak perlu dikasihani. 

Ada Beberapa Simbiosis Yang Berlaku Dalam Hidup Kita Sehari-Hari

Tanpa kita sadari, setiap hari saat kita melakukan interaksi dengan orang itu adalah sebuah simbiosis. Tapi ada beberapa macam simbiosis. Dimana itu untuk membedakan dampak atau efek yang terjadi dari interaksi kita dengan orang lain. Seperti halnya ada saat dimana kedua orang yang berinteraksi, dan kedua pihak sama-sama untung. Atau ada juga yang hubungan antara dua pihak yang satu untung yang satu rugi. Ada juga yang satu untung tapi yang satunya tidak mengalami kerugian atau keuntungan. 

Ada Beberapa Simbiosis Yang Berlaku Dalam Hidup Kita Sehari-Hari

Dan jika kita perhatikan kita bisa mulai memberikan atau menyatakan simbiosis jenis apa yang terjadi antara misalnya, saya dengan teman saya yang a. Atau saya dengan pasangan saya. Saya dengan guru. Kita bisa mencoba melihat hubungan kita dengan beberapa orang. Apakah yang menggambarkan simbiosis dalam hubungan kalian. Sehingga kalian bisa lebih memfilter orang-orang yang ada disekitarmu. Lebih bisa memfilter siapa saja yang perlu kalian pertahankan dan siapa yang harus kalian lepaskan. 

Siapa yang harus kalian jaga dan siapa yang harus kalian hindari. Karena itu sangat berpengaruh pada diri kalian, hari kalian, dan kesehatan kalian. Mungkin terasa biasa saja. Tapi ada beberapa yang sangat mengganggu, itu bisa membuat kita menjadi stres bahkan jatuh sakit. Misalnya jika kalian memiliki hubungan dengan seseorang yang dimana orang tersebut sangat merugikan. Sangat membuat dirimu habis energi dan bahkan membuat kalian bisa jatuh sakit dan depresi. Itu adalah simbiosis parasitisme. Dan itu tidak baik. 

Jadi jika hubungan kalian sudah seperti simbiosis parasitisme, ya pikirkan lagi apakah orang tersebut, perlu kalian pertahankan atau tidak. Jangan sampai menunggu kalian benar-benar tidak memiliki apa-apa, baru memutuskan. Jika hubungan kalian ciptakan dengan orang-orang tidak bisa selalu menjadi simbiosis mutualisme. Setidaknya cukup sampai di simbiosis komensalisme saja. Dimana yang satu untung tapi yang pihak satu tidak mengalami kerugian atau pun keuntungan. Jangan sampai dirugikan. Jangan sampai kalian atau mereka menjadi benalu. 

Masing- masing Orang Mempunyai Metode Penglihatan Serta Metode Berpikirnya Sendiri

Tidak seluruh orang dapat mempunyai metode penglihatan yang serupa hendak suatu subjek. Hendak suatu kasus serta situasi. Tiap orang mempunyai triknya individual. Alhasil tidak bingung bila di antara pertemuan, terdapat sebagian suara bantu, ataupun perbandingan opini. Sebab tidak seluruh orang dapat memandang dari cermin mata yang serupa. Seperti itu mengapa orang istimewa. Sebab tiap orang mempunyai metode berpikirnya sendiri. Tiap orang mempunyai triknya buat memperhitungkan, beranggapan. Jadi alami bila hendak senantiasa terdapat perbandingan.

Masing- masing Orang Mempunyai Metode Penglihatan Serta Metode Berpikirnya Sendiri

Serta kita tidak dapat menghindarinya. Kita tidak dapat menjauhi kalau memanglah betul kalau tiap orang mempunyai pendapatnya sendiri. Alhasil ingin kemanapun kita. Ingin dimanapun kita terletak. Senantiasa terdapat perbandingan opini, senantiasa terdapat perbandingan metode berasumsi. Jadi ingin kemanapun itu senantiasa terdapat. Serta pada kesimpulannya kita cuma dapat menyambut, serta menyesuaikan diri dengan kondisi itu. Kita cuma dapat membiasakan dengan kondisi. Berupaya buat dapat menyambut.

Kita tidak dapat mendesakkan seorang buat mempunyai metode penglihatan semacam kita, tetapi kita dapat memberikan pada orang lain gimana metode kita berasumsi. Bila ingin diiringi mari. Bila tidak betul telah tidak apa- apa. Yang nyatanya kita hendak membuka pintu untuk yang mau mengenali ataupun menjajaki ujung penglihatan kita. Sesungguhnya cuma sesimpel itu sih hidup. Tetapi sayangnya banyak banyak orang yang mempunyai batin kecil, dalam arti gampang sakit batin. Serta gampang tersindir. Alhasil membuat mereka kilat berserah.

Seperti itu dikatakan psikologis tempe. Buat itu tiap orang butuh mempunyai psikologis yang kokoh, wajib dilatih. Sakit batin tentu, tetapi gimana kita memasak rasa sakit itu, jadi suatu pegangan kamu buat bertahan dikala terdapat keadaan yang menyakitkan yang lain. Kita wajib terbiasa dengan perasaan tidak di idamkan. Perasaan ditolak, dihina serta diasingkan. Sebab dengan perasaan itu seluruh dapat membuat kamu jadi seorang yang lebih kokoh serta lebih kuat. Serta itu yang wajib dilewati seluruh orang. Supaya mereka dapat jadi kokoh. Tidak cuma kokoh dalam wujud psikologis tetapi pula raga.